ذرَّى يُذرِّي، ذَرِّ، تذريةً، فهو مُذَرٍّ، والمفعول مُذرًّى
Akar: ذ ر وSub-Makna / Derivasi:
ذرَّتِ الرِّيحُ التُّرابَ
ذَرَته؛ أطارته، فرّقته
🇮🇩 Terjemahan:
Dzarat-hu; Angin itu menerbangkannya dan mencerai-beraikannya (menyebarkannya).
ذرَّى الزَّارعُ القمحَ
ذَرَاه، نقَّاه في الرِّيح.
🇮🇩 Terjemahan:
Dzaraahu; Petani itu menampi (membersihkan) gandumnya dengan bantuan tiupan angin.
Contoh / Kutipan:
" كَانَ رَجُلٌ يُسْرِفُ عَلَى نَفْسِهِ فَلَمَّا حَضَرَهُ الْمَوْتُ قَالَ لِبَنِيهِ إِذَا أَنَا مُتُّ فَأَحْرِقُونِي ثُمَّ اطْحَنُونِي ثُمَّ ذَرُّونِي فِي الرِّيحِ [حديث] "
🇮🇩 Terjemahan:
" Pernah ada seorang pria yang berbuat dosa berlebihan terhadap dirinya sendiri (banyak dosa). Tatkala kematian menghampirinya, ia berkata kepada anak-anaknya: 'Apabila aku mati, bakarlah mayatku, lalu tumbuklah (haluskan) tulangku, kemudian taburkanlah (terbangkanlah) abuku ke arah hembusan angin' [Hadits]. "
Kamus Arab - Indonesia