ذيَّلَ/ ذيَّلَ في يُذيِّل، تذييلاً، فهو مُذيِّل، والمفعول مُذيَّل
Akar: ذ ي لSub-Makna / Derivasi:
ذيَّلتِ المرأةُ ثوبَها
أذالته؛ جعلت له ذيلاً
🇮🇩 Terjemahan:
Membuatkan/Merancang desain jahitan buntut (Ekor) panjang di bagian bajunya.
أذالته؛ أطالت ذيلَه
🇮🇩 Terjemahan:
Memperpanjang ukuran juntaian (Ekornya).
ذيَّل المؤلِّفُ كِتابَهُ
أردفه بكلام كالتتمَّة له، كتب شيئًا في ذيله.
🇮🇩 Terjemahan:
Membeberkan (menambahkan) serangkaian bait narasi catatan sisipan kalimat pelengkap penyempurna materi bahasannya, ia membubuhkan (menjahit mencantumkan mendokumentasikan secuil redaksi lampiran tambahan) tertulis di kompartemen lembar buritan paling bontot penutup bukunya (Apendiks / Melampirkan Catatan Kaki Penutup Tambahan Buku).
ذيَّل فلانٌ في كلامه
تذيَّل؛ تبسّط فيه على غير احتشام.
🇮🇩 Terjemahan:
(Berbicara Ngawur) ; Ia nyerocos (Ocehannya keblabasan) tak kenal kontrol rem kesopanan norma rasa sungkan rikuh sedikit jua dalam merajut argumen gaya tuturnya.
Contoh / Kutipan:
" ذيَّل ثوبه "
🇮🇩 Terjemahan:
" Ia membubuhkan (Memberi ekor) pada bajunya. "
Kamus Arab - Indonesia