كانَ يَكُون، كُنْ، كَوْنًا وكِيانًا وكَيْنُونَةً، فهو كائِن
Akar: ك و نSub-Makna / Derivasi:
كان الشِّتاءُ باردًا
ثبتت له البرودة في الزمن الماضي، وكان هنا فعل ناقص يدخل على المبتدأ والخبر فيرفع الأوّل اسمًا له وينصب الثاني خبرًا له
🇮🇩 Terjemahan:
Sifat dingin tersebut tetap ada pada masa lampau. Kata "kana" di sini adalah fi'il naqish (kata kerja tidak sempurna) yang masuk pada mubtada' dan khabar, di mana ia merasionalkan/merafa'kan yang pertama sebagai isim-nya dan menasabkan yang kedua sebagai khabar-nya.
بطريقة غير محدّدة أو مفهومة أو معروفة.
🇮🇩 Terjemahan:
Dengan cara yang tidak ditentukan, tidak dipahami, atau tidak diketahui.
كان اللهُ ولا شيء معه
ثبَت ودام، وكان هنا مُكتفية بالاسم، لذا فهي تامّة
🇮🇩 Terjemahan:
Tetap dan kekal. Kata 'kana' di sini mencukupkan diri dengan isim-nya saja (tidak butuh khabar), oleh karena itu ia dinamakan fi'il tamm (kata kerja sempurna).
- أصبح في خبر كان : هلَك وفَنِي
- أيًّا كان
- حيث كان
- على ما كانت عليه
- كان ما كان : عبارة تُبْتدأ بها الخُرافات
- ليكن ما يكون.
🇮🇩 Terjemahan:
- أصبح في خبر كان (Masuk dalam kebinasaan / binasa) : Hancur dan musnah
- أيًّا كان (Siapa pun / apapun itu)
- حيث كان (Dimana pun berada)
- على ما كانت عليه (Seperti sediakala)
- كان ما كان (Terjadilah apa yang terjadi) : Ungkapan yang digunakan untuk memulai kisah dongeng / fiksi
- ليكن ما يكون (Biarlah terjadi apa yang terjadi).
ما كان أحسن لو عفوت
كان هنا زائدة؛ للتوكيد في وسط الكلام وآخره ولا تزاد في أوّله، فلا تعمل ولا تدلّ على حدث ولا زمان ولا تزاد إلاّ بلفظ الماضي وندر زيادتُها بلفظ المضارع
🇮🇩 Terjemahan:
Kata 'kana' di sini adalah za'idah (tambahan); untuk penguatan (taukid) di tengah atau di akhir kalimat, dan tidak ditambahkan di awal kalimat. Ia tidak beramal (tidak mempengaruhi i'rab sesudahnya), tidak menunjukkan peristiwa maupun waktu, dan tidak ditambahkan kecuali dalam bentuk lafaz Madhi (lampau), serta sangat jarang ditambahkan dalam bentuk lafaz Mudhari' (sedang/akan datang).
- كان بمنأى عن هذا الموضوع : لا صلة له به
- كان بمنجاة من كذا.
🇮🇩 Terjemahan:
- كان بمنأى عن هذا الموضوع (Jauh dari / terasing dari masalah ini) : Tidak ada hubungannya dengan masalah tersebut
- كان بمنجاة من كذا (Selamat / terhindar dari hal tersebut).
لا يكون
(نح) من أفعال الاستثناء، واسمها ضمير محذوف دائمًا
🇮🇩 Terjemahan:
(Nahwu / Tata Bahasa Arab) Termasuk dari kata kerja pengecualian (af'al al-istitsna'), dan isim-nya selalu berupa dhomir (kata ganti) yang disembunyikan.
Contoh / Kutipan:
- " كان على حقّ
- {وَسُيِّرَتِ الْجِبَالُ فَكَانَتْ سَرَابًا} : كان هنا بمعنى صار
- {وَيَخَافُونَ يَوْمًا كَانَ شَرُّهُ مُسْتَطِيرًا} : كان هنا بمعنى الاستقبال
- {كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ} : كان هنا بمعنى الحال
- {وَكَانَ اللهُ غَفُورًا رَحِيمًا} : لم يزل على ذلك وكان هنا بمعنى اتِّصال الزمان من غير انقطاع "
🇮🇩 Terjemahan:
- " كان على حقّ (Ia berada di pihak yang benar)
- {وَسُيِّرَتِ الْجِبَالُ فَكَانَتْ سَرَابًا} (Dan gunung-gunung pun dijalankan maka menjadilah ia fatamorgana) : 'Kana' di sini bermakna 'shaara' (menjadi)
- {وَيَخَافُونَ يَوْمًا كَانَ شَرُّهُ مُسْتَطِيرًا} (Dan mereka takut akan suatu hari yang keburukannya menyebar luas) : 'Kana' di sini bermakna مستقبل (masa depan)
- {كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ} (Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia) : 'Kana' di sini bermakna حال (keadaan saat ini)
- {وَكَانَ اللهُ غَفُورًا رَحِيمًا} (Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang) : Allah senantiasa bersifat demikian, dan 'kana' di sini bermakna kesinambungan waktu tanpa putus "
Kamus Arab - Indonesia